Kolotik, Karya Seni Kreatif Khas Cimaragas Ciamis

oleh

Cimaragas, wisatapriangan.com

Dari namanya pun sudah tidak asing lagi, “Kolotik” atau singkatan dari  “Kolotok Leutik (kecil)”, alat tradisional berbahan baku batok (tempurung) kelapa yang biasa dipasang / dikalungkan di leher hewan sapi atau kerbau tersebut ternyata telah disulap oleh para seniman dan budayawan bernama abah Nani Wiharna dan abah Latip Adiwijaya, BSc serta mang Dodeng dari Paguyuban Galuh Midang, Bojongsalawe Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi sebuah alat seni musik tradisional yang telah memiliki Hak Cipta/Hak Paten bernama “Kolotik”, sebuah karya seni kreatif dan inovatif khas Kabupaten Ciamis kebanggaan Cimaragas.

Kolotik sendiri awalnya hanya sebuah merchandise bagi para pengunjung yang datang ke Situs Budaya Bojongsalawe. Kemudian muncul ide untuk dijadikan sebagai cinderamata Khas Cimaragas yang pada akhirnya mengalami pembaharuan / pengembangan menjadi alat musik tradisional asli khas Cimaragas. Dan yang lebih menarik perhatian lagi adalah yang memainkan alat seni musik Kolotik ini ternyata para siswa dari SMP Negeri 1 Cimaragas.

Pada hari rabu (19/10), reporter media ini mengunjungi wilayah Kecamatan Cimaragas tepatnya ke SMP Negeri 1 Cimaragas, dengan penyambutan yang sangat ramah dan santun dari para guru termasuk orang nomor satu di sekolah itu, yakni Kepala SMPN 1 Cimaragas Asep Surur Mulyadi, S.Pd, M.Pd. Dan benar adanya. Ternyata, perkembangan dan kemajun alat seni tradisional Kolotik yang menjadi kebanggaan masyarakat Cimaragas dan banyak disukai oleh para turis mancanegara itu tidak terlepas dari peran serta para pendidik dan peserta didik SMP Negeri 1 Cimaragas. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya alat seni musik Kolotik yang kemudian diperlihatkan langsung kepada reporter sembari menunjukan beberapa dokumentasi kegiatan siswa SMP Negeri1 Cimaragas saat berlatih menggunakan alat peraga/alat seni musik Kolotik hingga tampil di panggung megah, melakukan konser musik Kolotik berkolaborasi dengan Angklung dan Gema Galuh Marchingband di acara pemerintahan yang dihadiri oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya.

Menurut Asep Surur Mulyadi,S.Pd, M.Pd sendiri, “ada perasaan bangga sekaligus takjub ketika melihat konser Kolotik yang begitu megah disaksikan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, DPRD serta tamu undangan lainnya. Saya merasakan bangga yang luar biasa, pasalnya saya menyaksikan langsung bagaimana gigihnya anak-anak kami saat berlatih memainkan alat musik Kolotik di SMPN 1 Cimaragas hingga sukses memberikan penampilan yang sangat memukau di depan orang banyak. Jujur, saya sampai merinding, senang dan gembira saat melihatnya. Dan saya yakin kalau Konser alat seni musik Tradisional Kolotik kebanggaan Cimaragas ini layak untuk Go Internasional”, tandasnya.

Hal senada dikatakan oleh Staf TU SMPN 1 Cimaragas, Cecep Dian Herdiana. Menurutnya, keikutsertaan siswa kami dalam pertunjukan konser alat musik tradisional Kolotik saat itu patut diapresiasi dan diacungi jempol. “Alhamdulillah, saya dan bapak Kepala SMP Negeri 1 Cimagaras sendiri mendapat kepercayaan dengan memperoleh sertifikat dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Ciamis dan Dewan Kebudayaan Kab. Ciamis (DKKC) sebagai Pembina Seni Kolotik SMP Negeri 1 Cimaragas dalam kegiatan ‘Ekspos Inovasi Budaya’, paparnya.

Dengan lahirnya alat musik Kolotik kebanggaan warga Kecamatan Cimaragas ini, maka semakin menambah kekayaan budaya di Kabupaten Ciamis. “Kami dari SMP Negeri 1 Cimaragas siap mendukung melestarikan dan mengembangkan alat musik Kolotik hingga Go Internasional dan sebagai Guru Seni Budaya di SMPN 1 Cimaragas, Ibu Tiktik Fitriani, S.Pd pun siap membina siswa – siswi SMPN 1 Cimaragas untuk memainkan alat musik Kolotik”, pungkas Asep Surur Mulyadi, S.Pd, M.Pd.***

  • Reporter Liputan : Om DH
  • Editor : Irfans Hasanudin

No More Posts Available.

No more pages to load.